Tuesday, February 15, 2011

NABI DAN UKASYAH


Kisah Rasulullah SAW dan Ukasyah RA
Assalamu’alaikm wa rahmatullahi wa baakaatuhSemoga Keselamatan, Rahmat dan Berkah Allah selalu tercurah atasmu
Ada pepatah tak kenal maka tak , makacinta kita harus lebih banyak mengenalnya agar lebih menyayanginya.Berkaitan dengan keadaan kita di hari akhir, kita akan bersama denganorang-orang yang disayang. Jadi bagaimana kita akan berada di syurga bersama Rasulullah, kalau tidak pernah ada rasa cinta kepadanya?Tidak ada kerinduan untuk bersamanya? Berterima kasih atas perjuanganmendakwahkan Islam sehingga sampai kepada kita?Cinta memang tidak mungkin hadir dengan sendirinya, untuk menumbuhkankecintaan kepada Beliau
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. bahawa setelah dekat waktu wafatnya,Rasulullah memerintahkan Bilal supaya adzan. Memanggil manusia untuksolat berjama’ah. Maka berkumpulah kaum Muhajirin dan Ansar keMasjid Rasulullah saw. Setelah selesai solat dua raka’at yang ringankemudian beliau naik ke atas mimbar lalu mengucapkan puji dan sanjungkepada Allah swt, dan kemudian beliau membawakan khutbahnya yangsangat berkesan, membuat hati terharu dan menangis mencucurkan airmata. Beliau berkata antara lain :
” Sesungguhnya saya ini adalah Nabimu, pemberi nasihat dan da’i yangmenyeru manusia ke jalan Allah dengan izin-Nya. Aku ini bagimubagaikan saudara yang penyayang dan bapak yang pengasih. Siapa yangmerasa teraniaya olehku di antara kamu semua, hendaklah dia bangkitberdiri sekarang juga untuk melakukan qishas kepadaku sebelum iamelakukannya di hari Kiamat nanti”
Sekali dua kali beliau mengulangi kata-katanya itu, dan pada ketigakalinya barulah berdiri seorang laki-laki bernama ‘Ukasyah IbnuMuhsin’. Ia berdiri di hadapan Nabi s.a.w sambil berkata :
“Ibuku dan ayahku menjadi tebusanmu ya Rasullah. Kalau tidaklah karenaengkau telah berkali-kali menuntut kami supaya berbuat sesuatu atasdirimu, tidaklah aku akan berani tampil untuk memperkenankannya sesuaidengan permintaanmu. Dulu, aku pernah bersamamu di medan perang Badarsehingga untaku berdampingan sekali dengan untamu, maka aku pun turundari atas untaku dan aku menghampiri engkau, lantas aku pun menciumpaha engkau. Kemudian engkau mengangkat cabuk memukul untamu supayaberjalan cepat, tetapi engkau sebenarnya telah memukullambung-sampingku; saya tidak tahu apakah itu dengan engkau sengajaatau tidak ya…Rasul Allah, ataukah barangkali maksudmu dengan ituhendak memecut untamu sendiri ?”
Kemudian Nabi menyuruh Bilal supaya pergi ke rumah Fatimah, ” SupayaFatimah memberikan kepadaku cabukku ” kata beliau
Bilal segera ke luar Masjid seraya tangannya diletakkannya di ataskepalanya. Ia heran dan tak habis2 berfikir, “Inilah Rasulullah memberikankesempatan mengambil qishas terhadap dirinya!”Diketuknya pintu rumah Fatimah yang menyahut dari dalam : “Siapakahdiluar?”, “Saya datang kepadamu untuk mengambil cabuk Rasullah” jawabBilal.
” Duhai Bilal, apakah yang akan dilakukan ayahku dengan cabuk ini?”tabta Fatimah kepada Bilal.
“Ya Fatimah ! Ayahmu memberikan kesempatan kepada orang lain untukmengambil qishas terhadap dirinya ” Bilal menegaskan.
“Siapakah pula gerangan orang itu yang sampai hati mengqishasRasulullah ?” tukas Fatimah keheranan. Biarlah hamba saja yang menjadiganti untuk dicambuk.
Bilal pun mengambil cambuk dan membawanya masuk Masjid, laludiberikannya kepada Rasulullah, dan Rasulullah pun menyerahkannya ketangan ‘Ukasyah
Suasana mulai tegang… Semua sahabat bergerak…. Semua berdiri….Jangankan dicambuk, dicolek saja, ia akan berhadapan dengan kami.Mungkin begitu mereka bicara dalam hati. Semua mata melotot. MemandangUkasyah dan sebilah cambuk.
Saat itulah, Abu Bakar dan Umar r.a. bicara, “Hai ‘Ukasyah ! kamisekarang berada di hadapanmu, pukul qishas-lah kami berdua, dan jangansekali-kali engkau pukul Rasulullah s.a.w !”
Mungkin saat itu Umar meraba pedangnya. Seandainya saja, diizinkanakan aku penggal kepala orang yang menyakiti Rasulullah.
Rasulullah menahan dua sahabatnya. Berkata sang pemimpin yang dicintaiini : “Duhai sahabatku, Duduklah kalian berdua, Allah telah mengetahuikedudukan kamu berdua!”
Kemudian berdiri pula Ali bin Abi Tholib sambil berkata. Kali inilebih garang dari sahabat Abu Bakar : ” Hai Ukasyah! Aku ini sekarangmasih hidup di hadapan Nabi s.a.w. Aku tidak sampai hati melihat kalauengkau akan mengambil kesempatan qishas memukul Rasulullah. Inilahpunggungku, maka qishaslah aku dengan tanganmu dan deralah aku dengantangn engkau sendiri!”Ali tampil ke muka. Memberikan punggungnya dan jiwa serta cintanyabuat orang yang dicintainya. Subhanallah… ia tak rela sang Rasuldisakiti. Ia merelakan berkorban nyawa untuk sang pemimpin.
Nabi pun menahan. ” Allah swt telah tahu kedudukanmu dan niatmu, wahai Ali !”
Ali surut, bergantianlah kemudian tampil dua adik beradik, Hasan danHusein. ” Hai Ukasyah ! Bukankah engkau telah mengetahui, bahawa kamiberdua ini adalah cucu kandung Rasulullah, dan qishaslah kami dan ituberarti sama juga dengan mengqishas Rasulullah sendiri !”
Tetapi Rasulullah menegur pula kedua cucunya itu dengan berkata“Duduklah kalian berdua, duhai penyejuk mataku!”
Dan akhirnya Nabi berkata : “Hai ‘Ukasyah ! pukullah aku jika engkauberhasrat mengambil qishas!”
“Ya Rasul Allah ! sewaktu engkau memukul aku dulu, kebetulan akusedang tidak lekat kain di badanku” Kata Ukasyah. kembali suasana semakin panas dan tegang. Semua orang berfikir, apa maunya si Ukasyah ini. Sudah berniat mencabuk Rasul, ia malah meminta Rasul membuka baju. “Kurang ajar sekali si Ukasyah ini. Apa maunya ini orang…”
Tanpa bicara….Tanpa kata…Rasulullah membuka bajunya.Semua yang hadir menahan napas…Banyak yang berteriak sambil menangis…Tak terkecuali…. Termasuk Ukasyah…Ada yang tertahan di dadanya. Ia segera maju melangkah, melepas cabuknya dan…
Kejadian selanjutnya tatkala ‘Ukasyah melihat putih tubuh Rasulullahdan tanda kenabian di punggungnya, ia segera mendekap tubuh Nabisepuas-puasnya sambil berkata : “Tebusanmu adalah Rohku ya Rasulallah,siapakah yang sanggup sampai hatinya untuk mengambil kesempatanmengqishas engkau ya Rasul Allah ? Saya sengaja berbuat demikianhanyalah karena berharap agar supaya tubuhku dapat menyentuh tubuhengkau yang mulia, dan agar supaya Allah swt dengan kehormatan engkaudapat menjagaku dari sentuhan api neraka”
Akhirnya berkatalah Nabi saw “Ketahuilah wahai para sahabat ! barangsiapa yang ingin melihat penduduk surga, maka melihatlah kepadapribadi laki-laki ini!”
Lantas bangkit berdirilah kaum Muslimin beramai-ramai mencium ‘Ukasyahdi antara kedua matanya. Rasa curiga berubah cinta. Buruk sangkaberubah bangga. Berkatalah mereka : “Berbahagialah engkau yang telahmencapai darjat yang tinggi dan menjadi teman Rasulullah s.a.w disyurga kelak!”
Ya Allah! Demi kemuliaan dan kebesaran Engkau mudahkan jugalah bagikami mendapatkan syafa’atnya Rasulullah s.a.w di kampung akhirat yangabadi ! Amien ! Mau’izhatul Hasanah
Allah SWT berfirman:“Yaa siin…Demi Al Quran yang penuh Hikmah…Sesungguhnya Engkau (Muhammad) sungguh sebagian dari para Rasul-rasul…Yang berada di JALAN yang LURUS” (QS. Yaasiin : 3-4)
” Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi,Hai orang-orang yang beriman bersalawatlah kepadanya dan salam taslimkepadanya.” (QS Al Ahzab)
“Allahumma shalli ‘alaa Nabiyinaa Muhammad wa’alaa aalihi wa shahbihi wa sallim”
Wassalamu’alaikm wa rahmatullahi wa baakaatuhSemoga Keselamatan, Rahmat dan Berkah Allah selalu tercurah atasmu

Sunday, January 9, 2011

Pasta Alami: Salam pengenalan dari PASTA ALAMI

Pasta Alami: Salam pengenalan dari PASTA ALAMI: "Assalamualaikum dan saya mulakan dengan kalimah bismillahhirrahmaanirrahim. Harapan agar ini adalah detik permulaan bagi blog ini berkongsi..."

pasta alami luar biasa hebat rasanya...pernah ku rasa satu keping memang tidak cukup..rasa nak lagi nak lagi..akhirnya kau makan sampai 5 keping.. (kelana akira)

Thursday, August 26, 2010

Tuesday, February 16, 2010

MANTERA TAWAF

Hey! Tujuh lautan akal tujuh lautan fikir
Sekarang, bangkitlah bangkit
dua belas urat-uratmu, dua belas siang dua belas malam dua belas bulan
Qiam!Berdirilah berdiri tegak menjejak bumi yang kau pijak
Maka pijaklah pijak dengan tujuh bealas sendimu
Tanda tujuh belas rakaat wajib menyempurna lima waktu
bangunlah bangun tiga ratus enam puluh ruas tulang
saat dhuha engkau harus sedekahkan kerana-Nya
berdiri diam di atas bentala tak terasa
mampu menopang dan menahanmu
meski bumi berotasi selaju peluru

Hey! Dua belas urat tujuh belas sendi
Tiga ratus enam puluh tulang
Sedarkah engkau terpaksa akur terhadap sebuah kekuatan
Untuk tunduk tersungkur dan bertawaf pada-Nya
Kerana otakmu mulai sujud seawall engkau menjenguk dunia
Sujudlah engkau di sepertiga malam.
Sehingga tempoh hayatmu tamat

Hey!i Dua belas urat tujuh belas sendi
Tiga ratus enam puluh tulang
Sedarkah engkau akan kekuatan Maha Digdaya
Sirna dayamu untuk menahannya
Saksikan tawafmu bersama Galaksi, nibula, sistem solar,
atom dan dna mu
Kerana tawaf mu di luar sedar belum sempurna
Engkau sekadar akur menurut alur tawaf
Dan bukan menikmatinya

Lihatlah lihat mohon suara hatimu membaca
Bintang-bintang bersujud kepada Al-Hadii
Meneladani sifat-sifat Maha Petunjuk
Rembulan bercahaya lembut bertasbih kepada Al-Latif
Berguru pada kelembutan terhadap Maha Pemilik Kelembutan
Bumi kukuh bertangguh menopang menahan
Gedung dan gunung dipermukaannya
Bertaqarrub pada sifat Maha Penahan milik Al-Qaabid
bukan matamu yang buta tetapi hati tidak bersaksi
kerana lima belas billion tahun yang lalu
Seluruh alam Tuhan dan alam insan
Sudah mulai tawaf saling menggitari sesama sekian lama


Maka., sempurnakanlah tawaf mu
Wahai dua belas urat tujuh belas sendi
Tiga ratus enam puluh tulang
Bergegaslah untuk berkehendak dan berniat
Berdiri tegak, rukuk dan sujudlah
Maka solatmu bersama bumi, galaksi, nibula, sistem solar, atom
dan dnamu senada seirama beroriatasi keliling
tiga ratus enam puluh darjah bersamamu.
Bersujudlah
Allahhu Akbar!

Kelana akira
22 Januari 2010

Tuesday, November 24, 2009

ESQ PILIHAN TERKINI

ESQ Training bertujuan memandu Pengembaraan Suara Hati Anda untuk mengajak anda menelusuri keindahan Lubuk Hati (Inner Journey).

Dalam pengembaraan tersebut anda akan dibawa menemui diri dalam diri, diri dalam jasmani, jasmani dalam rohani dan rohani dalam Rabbani. Bila anda kenal siapa diri anda maka, anda akan kenal siapa pencipta-NYA.

Setiap bahagian akan diberi contoh pengalaman sebenar dan teori-teori Ilmiah, Sains, Matematik, pendapat pakar dan ayat-ayat Al-Quran dan Hadis sebagai dasar atau asas kepada bukti hujah.

Perkara yang paling penting ialah sesuatu yang lahir dari Hati Anda sendiri (Kesedaran Fitrah Ciptaan Allah) kerana itulah sumber sejati (akan terus terlatih di dalam ESQ WAY 165 ini).

Training ini mungkin bukan suatu yang terbaik diabad ini tetapi saat ini ianya adalah merupakan satu pilihan sahaja. ESQ adalah kunci kehidupan yang nyata benar-benar bahagia dan 165 adalah passwordnya sehingga berupaya membuka pintu suara-suara hati lantas memperlihat nikmat sebenar NILAI dan MAKNA kehidupan bahagia seorang Insan Kamil Hamba Allah dunia dan akhirat.